Kamis, 28 April 2011

Sinopsis Princess Hours 5 - 8

Sinopsis Princess Hours Episode 5

Siapa sangka, Chae-kyoung malah mendapat 'bala bantuan' tak terduga yang membuat suasana hatinya di istana lebih ceria : Lee Yool. Mengenali pemuda itu sebagai rekan satu kelas, gadis itu terkaget-kaget saat tahu Yool ternyata adalah anggota keluarga kerajaan.

Berkat pria yang punya nama lain Pangeran Lu Seong tersebut, ditambah kehangatan Kaisar dan para petinggi istana lainnya, Chae-kyoung mulai bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya yang penuh aturan. Tidak hanya itu, ia juga merasa bahwa kebudayaan didalam kerajaan sangat menarik.

Di tempat lain, Hwa-yeong yang masih merasa sakit hati dengan keluarga kerajaan yang dianggap menyingkirkannya ke luar Korea mempersiapkan rencana terbarunya : membuka sebuah tempat yoga yang sekaligus digunakan sebagai basis untuk mengumpulkan pendukung dan merencanakan untuk menggulingkan Raja yang sah.

Tidak terasa hari ulang tahun Shin semakin dekat dan sebagai istri yang baik, Chae-kyoung berniat mempersiapkan yang terbaik supaya pemuda itu senang sekaligus tidak merasa sedih lagi. Tapi lagi-lagi, rencananya tidak berjalan dengan mulus.

Pasalnya, pesta yang sudah dirancang tersebut ternyata dihadiri oleh para sahabat pria Shin yang sudah lama tidak menyukainya. Seolah penderitaannya belum lengkap, belakangan muncul satu sosok lagi yang sama sekali tidak diharapkannya : Hyo-rin.

Sinopsis Princess Hours episode 6

Namun seperti layaknya seorang pangeran, Shin tidak mau menunjukkannya secara terang-terangan dan malah menyindir Chae-kyoung dengan berbagai cara. Sudah tentu, hal itu membuat sang istri marah besar dan bisa ditebak : keduanya kembali bertengkar hebat.

Tidak sadar kalau Shin cemburu, hubungan Chae-kyoung dengan Yool sendiri makin akrab, bahkan pemuda itu mengajarkannya sebuah puisi, sementara gadis itu mengajari sepupu sang suami berbagai cara untuk mengelabuhi guru di sekolah. Siapa sangka, hal tersebut malah membantu Chae-kyoung saat berhadapan dengan Ibu Suri, yang langsung memuji kemajuan pesatnya.

Masalah kerajaan ternyata berdampak negatif pada popularitas Shin sebagai putra mahkota, terbukti ketika ia dilempari telur saat hadir ke peresmian sebuah museum. Hal itu sudah tentu membuatnya dan Chae-kyoung, yang sempat berusaha melindungi namun tidak berhasil, sedih bukan main.

Melihat kejadian itu, Yool berusaha menghibur Chae-kyoung dengan menggenggam tangan gadis itu. Hal tersebut dilihat oleh Shin yang langsung marah-marah, Chae-kyoung sudah tentu kaget dan langsung memeluknya sambil menangis.

Di tempat lain, Selir Hye-jong yang tak lain adalah ibu Yool akhirnya memulai tahap pertama rencananya dengan membuka sebuah tempat kebugaran yoga. Begitu tahu Hyo-rin punya hubungan dengan Shin, dengan licik ia berusaha memanfaatkan gadis itu supaya bisa kembali merebut tahta kerajaan.

Tidak hanya itu, dengan berani Selir Hye-jong juga datang ke pesta keluarga kerajaan. Meski kaget, Ibu Suri merasa sangat senang karena merasa keluarganya kini telah utuh lagi. Ia tidak sadar akan rencana sang menantu, yang seolah semakin mendapat peluang ketika mendengar pernikahan Shin dan Chae-kyoung dilaksanakan karena kondisi kesehatan Kaisar.

Dalam pesta tersebut, Chae-kyoung benar-benar tampil mempesona ketika melantai bersama Shin. Tidak sedikit dari pengunjung yang iri melihat kedekatan mereka dan hanya menonton dari kejauhan, termasuk Yool.

Sinopsis Princess Hours Episode 7



Tidak kehabisan akal, Chae-kyoung membuat boneka dimana kedua sisinya menampilkan wajah Shin yang merengut dan tersenyum. Hal itu malah membuat sang suami geleng-geleng, dan sekali lagi gadis itu merasa terhina oleh ucapan ketus Shin. Sudah tentu, kemarahan tersebut dilampiaskannya pada boneka malang itu.

Paginya, Chae-kyoung mendapat kejutan ketika Ibu Suri, yang tidak bisa menahan senyum melihat tingkah gadis itu, memperbolehkannya untuk pulang ke rumah orang tuanya. Kegembiraannya semakin bertambah saat tahu semua itu adalah ide Shin, dan dan dengan gembira menggandeng tangan pemuda itu. Adegan tersebut dilihat oleh Yool, yang hanya bisa termangu.

Tapi tinggal di rumah orang tua Chae-kyoung ternyata tidak semudah yang diperkirakan, mengingat kebiasaan yang bertolak belakang dengan istana. Yang membuat semuanya terkejut, ternyata Shin meminta kamar yang sama dengan Chae-kyoung. Keruan saja gadis itu sebal, apalagi ternyata semua itu dilakukan Shin untuk menjahilinya. Keduanya kembali bertengkar dan saling berebut tempat tidur.

Meski jengkel karena harus menatap punggung Shin, diam-diam Chae-kyoung mendapat perasaan aneh yang seolah membuatnya tidak sungkan lagi berada bersama pemuda itu. Lamunan tersebut akhirnya membuatnya tertidur, dan ketika Shin terbangun, ia kaget ketika merasakan punggungnya basah. Rupanya, sang istri tertidur sambil bersender padanya dan tanpa sadar mengeluarkan air liur.

Bingung harus melakukan apa, kedua orang tua Chae-kyoung sepakat untuk mengantarkan air minum ke kamar Shin dan sangat kaget saat melihat sang putri tidur pulas sambil berpelukan dengan Shin. Mereka akhirnya sepakat kalau keduanya harus dipisahkan, dan Chae-kyoung yang malang harus merelakan dirinya tidur di lantai gara-gara kalah suit.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Shin merasakan bagaimana hidup menjadi orang biasa dan mencicipi nikmatnya memakan sayur-sayuran yang 'dilarang' di istana. Di sekolah, Shin dan Chae-kyoung menceritakan kejadian yang dialami di rumah orang tua gadis itu pada sahabat masing-masing sehingga keduanya menjadi bulan-bulanan.

Ucapan teman-temannya membuat Chae-kyoung jadi salah tingkah saat ditinggal di rumah bersama Shin, apalagi jantungnya serasa berdetak lebih cepat setiap melihat punggung pemuda itu. Ia akhirnya tidak bisa menahan rasa penasaran, dan memeluk Shin dari belakang untuk merasakan punggung sang suami dengan ekspresi lucu.

Hubungan Hyo-rin dan Putri Hwa-jong semakin dekat, dan melihat gadis itu berada dalam keadaan bimbang, ibunda Yool tersebut menceritakan kisah cinta segitiga Pangeran Charles-Putri Diana-Camilla Martin. Keruan saja semua itu menginspirasi Hyo-rin untuk berjuang merebut cinta Shin, apalagi ia merasa Chae-kyoung tidak pantas untuk pria itu.
Keakraban Shin dengan keluarga Chae-kyoung semakin menjadi, ia mulai terkesan dengan kehidupan orang biasa dan mulai terpikat dengan kesederhanaan dan keluguan sikap Chae-kyoung. Sambil tersenyum, ia menatap gadis itu dengan perasaan berbeda saat Chae-kyoung bercanda dengan keluarganya.

Sinopsis Princess Hours episode 8

Sama-sama tidak bisa tidur, Shin dan Chae-kyoung mengobrol dan mengutarakan perasaan mengenai kejadian dirumah orang tua gadis itu. Bahkan, Shin langsung menyodorkan punggungnya untuk dipeluk lagi. Chae-kyoung yang terlanjur geregetan mulai beraksi namun semua buyar berkat kemunculan kepala pelayan.

Sekembali ke istana, Shin mulai merasa kehilangan berada di tengah kehangatan sebuah keluarga, apalagi sang ibu yang terus menekankan supaya pria itu bersikap layaknya seorang calon kaisar (bahkan menolak dipanggil Ibu). Melihat Shin muram, Chae-kyoung langsung berusaha menghibur dengan tingkahnya yang kocak.

Ulah Chae-kyoung memang kerap tidak terduga, ia berani melakukan hal yang dianggap tabu di istana seperti mengendarai sepeda. Bahkan, gadis itu sukses 'menghasut' kepala pelayan untuk mencoba mengendarai sepeda, yang malah membuat leher pria malang itu patah karena tidak bisa mengendalikan lajunya.

Dari Ibu Suri, Chae-kyoung dan Shin mendapat hadiah sebuah mobil tua berwarna mentereng. Pertanyaan Chae-kyoung soal umur kendaraan tersebut langsung membuat wanita bersifat ceria itu terkikik, dan walhasil sejak hari itu keduanya berangkat ke sekolah dengan mobil tersebut.
Terinspirasi oleh kisah Camilla Martin, Hyo-rin mulai melancarkan aksinya mendekati Shin sambil menjalin hubungan akrab dengan Chae-kyoung. Gadis itu bahkan mengajak istri pria yang dicintainya itu untuk datang ke sebuah acara kumpul-kumpul, tepat pada saat Chae-kyoung dan Shin nyaris terlibat adegan mesra.

Bahkan, gadis itu berusaha mengajak Yool bekerja sama dengan alasan apabila Shin bisa mencapai niatnya untuk keluar dari istana, maka pernikahannya (yang dianggap tidak bahagia) dengan Chae-kyoung bisa diakhiri. Yool sendiri tahu akan maksud tersembunyi Hyo-rin, dan hanya tersenyum simpul.

Permaisuri mulai dibuat panik setelah mendengar Hye-jong datang menjenguk Ibu Suri bersama putranya Yool, ia kuatir sang ibu mertua yang berhati baik bakal dipengaruhi. Saat bermain olah raga semacam golf, dengan hati-hati wanita itu mengungkapkan pendapatnya.

Ketika sedang berjalan, Chae-kyoung terkejut melihat Shin dan Yool jatuh secara berbarengan dari atas kuda. Melihat banyaknya pengawal yang mengerubungi sang suami, ia berinisiatif membantu Yool yang diacuhkan. Sikapnya tersebut malah disalahartikan oleh Shin, yang menganggap Chae-kyoung lebih memperhatikan sang sepupu dibanding dirinya.

Chae-kyoung yang tidak sadar apa yang terjadi dengan santainya melenggang masuk kekamar Shin, dan menemukan pria itu berada di kamar tempat mencetak foto. Dengan suara tinggi, Shin langsung mengusirnya sehingga gadis itu sampai berlari keluar.

Sikap dingin Shin terus berlanjut, dengan terang-terangan ia menolak ketika Kaisar meminta Chae-kyoung menemaninya melakukan kunjungan kenegaraan ke Thailand dengan alasan gadis itu telah berulang kali absen di pelajarannya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar