Tampilkan postingan dengan label ADVENTURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADVENTURE. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2011

MALIHAT OH... MALIHAT (2001)

Gunung Malihat, Ds. Busui, (November 2001)




Sebenarnya aku udah agak lupa tentang bagaimana proses pendakian gunung ini, tapi satu yang aku ingat yaitu betapa kerasnya perjuangan aku untuk bisa mencapai puncak.
Pendakian gunung Malihat (1300 m) ini dilakukan oleh sekitar 36 pendaki dari IMAPA UNMUL dan beberapa teman-teman mapala dari sul-sel yang kebetulan masih bertahan di PKM sejak kegiatan TWKM (Temu wicara kenal medan mapala se-indonesia) sebulan sebelumnya. Karena banyaknya jumlah pendaki, maka ketua tim membaginya menjadi 3 kelompok dengan jumlah pendaki masing-masing kelompok adalah 12 orang. Bisa dibayangin serunya kan...... Untuk memudahkan proses pendakian, tim kami telah menentukan pos-pos yang akan menjadi tanda/tempat beristirahat ataupun nge-camp pada malam hari. Telah di tentukan oleh team advance ada 7 pos, dengan waktu tempuh mencapai puncak yaitu 15 jam (baca: satu hari setengah) dengan medan menanjak/kemiringan 75 derajat.
Karena tidak di dukung dengan latihan fisik yang cukup, fisikku mulai ngedrop menuju pos 3. Ditambah hujan gerimis. Kemudian istirahat makan siang sekitar pukul 12.00.
Perjalanan di lanjutkan pukul 13.00 dan sampai pos 5 sekitar pukul 18.00 sore. Nge-camp dah kita di situ......

Keesokan harinya setelah sarapan pagi, kami melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 11.30 akhirnya kami mencapai puncak. Duuuh.... bahagianya. Menikmati indahnya panorama di Batu Kajang dari puncak Malihat sungguh merupakan sesuatu hal yang tidak akan terlupakan.

Rasa lelah setelah satu hari setengah berjuang untuk menggapai puncak kini telah terobati dengan menikmati indahnya pemandangan malam, kerlap kerlip lampu pedesaan dan juga bintang, ditambah hamparan danau buatan dan semilirnya angin malam yang menambah suasana hati jadi tentram. Sayangnya aku tidak punya banyak koleksi foto-foto selama di Malihat. Kalo penasaran pengen lihat (fotonya), datang aja ke PKM. Heheehe............

Keesokan harinya setelah sarapan pagi, kami bergegas turun gunung dan akhirnya kami tiba di desa Busui tepat jam 06.00 menjelang maghrib. So tired.......... perjalanan turun ini benar-benar memakan waktu hampir 12 jam. Tapi ternyata terjadi sebuah accident yang menimpa team terakhir (Tim 3), dimana salah satu anggotanya terkena paket (Jatuhan batu dari atas gunung/tebing) sehingga harus digendong karena tidak bisa berjalan sehingga sedikit memperlambat ruang gerak bagi anggota team yang lain. Sialnya lagi mereka sempat tersesat pada saat matahari mulai terbenam, tapi pada akhirnya dapat menemukan jalan pulang walaupun setibanya di desa sudah hampir jam 08.00 malam. Duuh... kasian deh pokoknya.

Setelah mendapatkan kendaraan pulang ke Samarinda, akhirnya kami meninggalkan desa Busui pada pukul 11 malam dan tiba di PKM keesokan harinya yaitu pada pukul 09.00 pagi. Gila ya.... karena kalo di hitung-hitung dari puncak Malihat, berarti perjalanan pulang kita hampir 22 jam, dengan waktu break di desa Busui cuma sekitar 3-5 jam saja. Rontok dah tulang2 ni rasanya........ But, it's not problem, because it was really a nice journey...... Next time, mau lagi deh ke sana kalo ada yang ngajak. ^_^

Kamis, 17 Februari 2011

Kongbeng 2003

Di puncak Kongbeng (Kombeng), Muara Wahau, Kutai Timur.
Gunung ini sebenarnya tidak terlalu tinggi, tapi yang namanya puncak gunung, ya tetap aja tempat yang paling tinggi.... ^_^
 Alkisah mengapa posenya begini? sangking senengnya nyampe puncak, langsung deh minta di foto, tapi bingung bagaimana posenya.... ya udah jongkok aja, itung itung sambil buang angin... hiihiihi (idiih, jorok ah)

Asal usul caving

CAVING SPORT



Torehan air dan es adalah faktor utama yang memperlebar zona lemah dilapisan batu gamping, sehingga terbentuk gua-gua. Ada banyak teori yang menjelaskan asal muasal terjadinya gua (teori klasik), namun sekarang sudah ada teori yang menjelaskan dan diterima secara umum. Perbedaan teori tersebut dikeluarkan oleh orang yang berasal dari kawasan karst yang berbeda, sesuai dengan karakteristik daerah tersebut. Lihat teori terbaru mengenai proses terlahirnya gua. Lihat juga speleogenesis.

Definisi Caving
  • Caving berasal dari kata cave atau gua
  • Gua adalah setiap ruangan bawah tanah yang dapat dimasuki orang (International Union of Speleology)
  • Speleology berasal dari kata “spelaion = gua” dan “logos = ilmu”
  • Speleologi adalah ilmu yang mempelajari gua beserta lingkungannya.

Sejarah Penelusuran Gua

¨ Puluhan  ribu tahun yang lalu manusia sudah mengenal gua:
  • Peninggalan sisa makanan
  • Tulang belulang
  • Seni lukis didinding ( untuk pemujaan, melindungi diri dan bermukim )
¨ Penelusuran gua vertikal pertama ( 1674 ) John Beamon, Inggris ahli tambang dan geologi amatir menuruni sumuran sedalam 20 meter.
¨ Baron Joharn Valsavor ( Slovenia ) orang yang paling berjasa memetakan gua-gua pada tahun 1670-1680 dengan mengunjungi 70 gua, membuat peta, sketsa dan 4 buku.
¨ 1747, Joseph Nagel mendapat tugas dari istana untuk memetakan sistem penguasaan di Kerajaan Austra Hongaria 
¨ Pada tanggal 15 Juli 1780, ketika Louis Marsalliers menuruni gua vertikal Fairies di Languedoc, Perancis (kiblat kegiatan penelusuran gua).
¨ Steher Bishop pemandu wisata yang paling berjasa bekerja pada Franklin Gorier  membeli tanah ( 1838 ) disekitar gua mommoth ( kentucky ) kini gua mommoth diterima UNICEF sebagai warisan dunia.
¨ Pada tahun 1888 ( abad 19 ), Eduard Alfred Martel melakukan penelusuran yang lebih matang dan lebih serius, dengan menggunakan peralatan lengkap. Usaha Martel ini dianggap sebagai revolusi di bidang penelusuran gua, sehingga ia disebut “Bapak Speleologi  Modern”.
¨ Di Indonesia speleologi baru berkembang sekitar tahun 1980, dengan berdirinya sebuah club yang bernama “SPECAVINA” oleh Norman Edwin (Alm) RKT KO (Ketua HIKESPI ). Kemudian pecah karena perbedaan prinsip, masing-masing mendirikan perhimpunan:
- RKT KO mendirikan HIKESPI pada tahun 1984
- Norman Edwin mendirikan klub Gerba Bumi
Pada tahun tersebut bermunculan club-club speleologi di INdonesia seperti ASC (Yogyakarta), SSS(Surabaya), DSC (Bali), SCALA(Malang).

Jenis gua 
Terbentuk atau terjadinya gua dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu:
 
1. Gua buatan
Gua yang dibuat oleh manusia atau orang untuk berbagai keperluan tertentu.
2. Gua alam 
  Gua yang terjadi oleh dua unsur penting yang terdapat dialam, yaitu rekahan dan cairan.rekahan disebut sebagai zona lemah yang merupakan sasaran bagi suatu cairan yang mempunyai potensi bergerak keluar sedangkan cairan yaitu dapat berupa larutan magma atau air.
Gua yang terjadi secara alamiah, mempunyai daya tarik tersendiri. Sejak jaman dahulu kala gua sering digunakan manusia baik itu sebagai tempat tinggal,bersembunyi bila mendapat serangan musuh dll.
Dijaman sekarangpun gua – gua tersebut tetap mendapat perhatian misalnya untuk pariwisata, penelitian ilmiah, petualangan alam bebas bahkan ada juga yang mengaitkannya dengan mistik.

Jenis-jenis dan proses terjadinya gua
v  Gua batu gamping
Gua ini terbentuk pada batuan gamping atau gunung – gunung kapur dengan komposisi dominan Kalsium Karbonat ( CaCO3 ). Gua  jenis ini paling banyak ditemukan di Indonesia. Proses terjadinya akibat reaksi kimia antara asam lemah dan kalsit.asam lemah yaitu larutan CO2 kedalam air sudah cukup untuk menyebabkan terjadinya reaksi pelarutan kalsit, sedang asam yang melarutkan batu gamping ialah asm karbonat, yang terjadi apabila asam arang yang dibentuk oleh pembusukan tanaman dan pernapasan binatang yang dikombinasikan dengan air tanah. Reaksi asam arang dengan air untuk melarutkan batu gamping adalah:
CO2 + H2O                          H2CO3 (asam karbonat)
H2CO3 + CaCO3        Ca2(+) + 2HCO3(-1) larutan kalsium karbonat
Timbulnya speleothem ( thema = deposit ) atau dekorasi gua adalah tergantung pada faktor yang paling dominan yaitu unsur CO2, tanpa CO2 maka speleothem tidak akan terbentuk.
ORNAMEN GUA
Ø  Aragonite
Crytalline/cristal yang terbentuk dari CaCO3, jarang dijumpai
Ø  Flow Stone
Kalsit ( calsite ) yang terdeposisi (diendapkan) pada dinding lorong gua.
Ø  Gours
Kumpulan kalsit yang terbentuk didalam aliran air atau kemiringan tanah. Aliran ini mengandung banyak CO2,semakin CO2 memuai (menguap),kalsit yang terbentuk semakin banyak.
Ø  Helectite
Formasi gua yang timbul dengan sudut yang berlawanan dari gaya tarik bumi. Biasanya melingkar
Ø  Marble
Batu gamping yang mengalami perubahan bentuk dimetamorfasekan oleh panas dan tekanan sehingga merubah struktur yang unik dari batu tersebut
Ø  Stalactite
Formasi kalsit yang menggantung
Ø  Stalacmite
Formasi kalsit yang tumbuh keatas, dibawah atap stalactite
Ø  Straw
Seperti stalactite tapi diameternya lebih kecil sebesar tetesan air panjangnya 1-15 cm
Ø  Styalalite
Garis gelombang yang terdapat pada perpotongan batu gamping
Ø  Pearls
Kumpulan batu kalsit yang berkembang didalam kolam dibawah tetesan air (bentuknya mirip mutiara)
Ø  Curtain
Ø  Column
Ø  Couli Flower
Ø  Rimstone pool


OLAH RAGA PENELUSURAN GUA ( CAVING )

MANFAAT
 Tercakupnya berbagai bidang ilmu, punya keterampilan yang tinggi dan saling membantu, mendapat etika konservasi tinggi serta kenikmatan bathin.
BENTUK KEGIATAN
                Dianutnya prinsip kegiatan bersama (kekompakan), jiwa kepemimpinan (leadarship) mutlak dibutuhkan karena merupakan kegiatan-kegiatan resiko tinggi sehingga diperlukan pengetahuan dan keterampilan sebagai berikut :
Ø  Hill walking, untuk mencapai mulut gua dan meninggalkannya.
Ø  Mountain Climbing, untuk mengatasi kesulitan medan diluar dan didalam gua.
Ø  Rock Climbing, untuk mencapai lokasi gua dan mengatasi air terjun dalam gua atau menuruni sumuran.
Ø  Berenag, untuk melintasi danau sungai dibawah tanah.
Ø  Prinsip dasar mengarungi arus deras dengan perahu karet.
Ø  Menyelam atau cave diving pada siphon-siphon.
Ø  Menguasai peralatan,perlengkapan dan simpul-simpul  standar penelusuran gua, baik vertikal maupun hozontal.

KESIAPAN FISIK DAN KETERAMPILAN
Ø Tidak menderita clastrophobia (ketakutan ruang sempit), gangguan keseimbangan, sesak napas, ayan, jantung, dll.
Ø Kondisi optimal ( terserang influenza, batuk, mudah lelah ).
Ø Dapat berenang dan menyelam jarak pendek.
Ø Dapat melakukan free climbing, pemakaian alat dan turun tali.
Ø Dapat membaca kompas dan memetakan gua.
Ø Mental siap dan berani mengakui batasan kemampuan yang dimilikin agar terhindar dari tindakan gegabah (over acting).

PERSIAPAN SEBELUM BERANGKAT
Ø  Pelajari medan, terutama kuasai peta.
Ø  Persiapan perijinan yang diperlukan.
Ø  Persiapan peralatan dan program sesuai tujuan (peralatan perorangan dan beregu)
Ø  Memberitahu kapada handai taulan, kawan dan aparat setempat kemana dan berapa lama waktu pergi.
Ø  Perhatikan cuaca pada saat itu.
Ø  Sedapat mungkin ada satu orang yang menunggu diluar mulut gua, bila yang lain memasuki gua.
Ø  Jangan lupa berdoa.

 Etika dan Moral Penelusuran Gua

Etika dan moral berkembang dari kasus kecelaaan yang dialami para penelusur gua dan harus terus dikembangkan.
Etika : 1. Terhadap gua itu sendiri
            2. Terhadap lingkungan sekitar

Goa :   Suatu bentuk lorong dibawah permukaan tanah yang dapat di masuki manusia. Sebuah dunia yang unik, gelap gulita dan sunyi abad dan mempunyai kondisi lingkungan yang sangat rentan.

Catatan :
·         Menyebarluaskan ilmu caving merupakan suatu kewajiban tetapi hasilnya belum tentu positif
·         Dalam setiap aktifitas yang dilakukan harus mempunyai dan mengetahui etika dan moral agar dapat dilasanakan dengan baik dan beranggung jawab.

 Etika :
Sebelum masuk gua kita menyadari “memasuki gua secara tidak langsung kita telah merusak gua tersebut”

Motto : ( National Speleologic Society )
Dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar
( take nothing but pictures )
Dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak
( leave nothing but footpriat )
Dilarang membunuh sesuatu kecuali waktu
( kill nothing but time )